Al-Farabi Guru Kedua dari Timur
Posted by admin |  at 9:42 PM
No comments
Salah seorang pemikir bebas Islam yang terkenal adalah al-Farabi. Nama lengkapnya adalah Abu Nasr Muhammad Ibn al-Farakh al-Farabi tapi lebih dikenal dengan nama Alfarabius atau Avennasar. Ia lahir pada tahun 870 di Farab, sebuah kota di Turki Tengah yang kini tidak ada lagi. Meskipun al-Farabi adalah orang Turki, tapi ayahnya berkebangsaan Persia. Namun begitu, karya dan pemikiran al-Farabi tetap mencerminkan seorang filosof Arab
Para ilmuawan Barat menganggap al-Farabi sebagai pendiri Filsafat Arab. Mereka juga menyebut al-Farabi sebagai Guru Kedua (The Second Master), sedangkan Aristoteles sebagi Guru Pertama (The First Master).
Al-Farabi mengikuti pendidikan dasar dan menghabiskan masa kanak-kanak di kota kelahirannya. setelah itu, ia pergi ke Bukhara untuk melanjutkan sekolah. Al-Farabi menempuh pendidikan tingginya di Baghdad. Di kot ini, ia belajar bahasa Arab da Yunani untuk pertama kali. Namun, al-Farabi ternyata lebih tertarik pada masalah alam semesta dan manusia. Hal inilah yang membuatnaya memelajari ilmu filsafat, terutama filsafat Plato dan Aristoteles. Al-Farabi menyerap inti pengetahuan filsafat Platonik dan Aristotelian, sebelum kemudian menggabungkannya dengan pengetahuan al-Qur'an dan ilmuan lain.
Selama di Bagdad, al-Farabi memelajari filsafat Aristoteles dan logika dibawah bimbingan Abu Bishr Matta ibn Yunus, seorang filosof terkenal. Di sela-sela kesibukannya, ia mulai menulis sejumlah karya filsafat dan menerjaemahkan karya para filosof Yunani. Ia dikenal sebagai filosof Islam pertama yang memperkenalkan filsafat Yunani pada dunia Islam. Proyek terbesar yang dilakukan al-Farabi adalah menggabungkan ilmu filsafat Yunani dan syariat Islam.
Sebagai seorang filosof Muslim, al-Farabi menggunakan segenap kemampuan akalnya untuk mencapai kebenaran yang hakiki. Ia berusaha menggapai Islam yang sempurna. Oleh karena itu, menurut al-Farabi, filsafat dab agama adalah dua hal yang bersesuaian. Dua-duanya merupakan jalan untuk mencari kebenaran. Kebenaran filasafat tidak akan bertentangan dengan kebenaran agama, namun keduanya mempunyai metode yang berbeda. Filsafat berupaya mencapai kebenaran dengan menggunakan metode penalaran dan argumen yang logis. Sementara itu, agama berangkat dari keimanan dan kepasrahan jiwa.
Al-Farabi meninggal dunia pada tahun 970 di Damaskus.
From the Author
Selamat membaca informasi di Top Media semoga bermanfaat dan berguna untuk anda, informasi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan untuk itu Top Media mengatakan"News for a better life."
Salam dari admin Top Media For You
Get Updates
Subscribe to our e-mail newsletter to receive updates.
Share This Post
Related posts
0 comments: